Pada umumnya, orang mendapatkan atau menularkan HIV melalui perilaku seksual dan penggunaan jarum suntik. Hanya cairan tubuh tertentu, seperti darah, air mani, sperma, cairan rektal, cairan vagina, dan ASI.
Cairan ini harus bersentuhan dengan selaput lendir atau jaringan yang rusak atau langsung disuntikkan ke dalam aliran darah agar penularan terjadi. Sedangkan selaput lendir, ditemukan di dalam rektum, vagina, penis, dan mulut. Ingin tahu lebih lanjut mengenai penularan HIV, baca selanjutnya di sini!
HIV tidak bertahan lama di luar tubuh manusia (seperti di permukaan), dan tidak dapat bereproduksi di luar inangnya.
Nah, HIV tidak dapat disebarkan oleh:
Terlepas dari informasi tersebut, dalam kasus yang sangat jarang, HIV telah ditularkan oleh:
Secara umum tidak ada risiko penularan HIV melalui seks oral. Namun, penularan HIV melalui aktivitas seksual ini bisa terjadi jika seorang pria HIV positif berejakulasi di mulut pasangannya selama seks oral.
Ini lebih umum terjadi tetapi sekarang risikonya sangat kecil karena pengujian ketat terhadap suplai darah pada lembaga penerima donor darah, organ, dan jaringan yang sudah sangat ketat.
Kontaminasi terjadi ketika darah yang terinfeksi bercampur dengan makanan saat mengunyah. Ini kemungkinan terjadi pada bayi.
Tidak ada risiko penularan jika kulit tidak rusak. Masalahnya adalah ketika gigitan menyebabkan luka.
Tak hanya itu saja, beberapa hal lain yang bisa sebabkan HIV, antara lain:
HIV dapat ditekan dengan kombinasi ART yang terdiri dari tiga atau lebih obat ARV.
ART tidak menyembuhkan infeksi HIV tetapi menekan replikasi virus dalam tubuh seseorang dan memungkinkan sistem kekebalan seseorang untuk memperkuat dan mendapatkan kembali kapasitas untuk melawan infeksi.
Pada tahun 2016, WHO mengeluarkan pedoman tentang penggunaan obat antiretroviral untuk mengobati dan mencegah infeksi HIV.
Pedoman ini merekomendasikan untuk menyediakan ART seumur hidup untuk semua orang yang hidup dengan HIV, termasuk anak-anak, remaja dan orang dewasa, wanita hamil dan menyusui.
WHO juga merekomendasikan bahwa pasien dengan HIV melakukan perawatan yang mencakup pengujian dan pencegahan infeksi serius yang dapat menyebabkan kematian, seperti tuberkulosis dan meningitis kriptokokus.
Lihat Artikel Lainnya