Donor darah adalah aktivitas menyumbangkan darah yang dilakukan dengan sukarela. Darah tersebut nantinya akan disimpan di bank darah dan digunakan untuk keperluan transfusi darah bagi individu yang membutuhkan.
Tidak hanya bagi yang menerima, donor darah juga memberikan banyak dampak positif bagi seseorang yang mendonorkan darah. Sebagian orang mungkin belum menyadari manfaatnya, sehingga ada masyarakat yang enggan ikut serta dalam kegiatan ini. Lantas, apa saja manfaat donor darah bagi kesehatan tubuh? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Donor Darah?
Donor darah adalah kegiatan mendonorkan atau menyumbangkan darah secara sukarela. Donor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang memerlukan tambahan darah, seperti penderita trauma berat yang kehilangan banyak darah, anemia, talasemia, hemofilia, hingga leukemia.
Tujuan donor darah adalah untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Prosedur ini berada di bawah pengawasan Palang Merah Indonesia (PMI) dan telah dijamin keamanannya dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Syarat Donor Darah
Perlu diketahui bahwa tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Adapun beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk melakukan donor darah adalah sebagai berikut:
Sementara itu, beberapa kondisi yang tidak memungkinkan seseorang melakukan donor darah adalah sebagai berikut:
Sedang menderita flu, pilek, sakit tenggorokan, gastroenteritis, atau penyakit infeksi lainnya.
Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, serta gangguan paru-paru atau fungsi ginjal.
Wanita yang sedang menstruasi, hamil, atau menyusui.
Menderita epilepsi.
Memiliki riwayat sering kejang.
Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
Menderita penyakit kelainan darah, seperti hemofilia.
Kecanduan minuman keras.
Positif narkoba atau riwayat menggunakan jarum suntik bagi pengguna narkoba.
Baru saja membuat tato atau tindik badan (tidak dapat mendonorkan darah selama 6 bulan sejak dilakukannya prosedur).
Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Menderita penyakit menular melalui cairan tubuh, seperti hepatitis B, sifilis, dan HIV.
Riwayat bepergian ke daerah endemik infeksi yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria, demam berdarah dan virus Zika.
Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan
Melakukan donor darah secara rutin terbukti bisa memberikan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun berbagai manfaat donor darah adalah sebagai berikut.
1. Mengurangi Kadar Kolesterol
Salah satu manfaat donor darah adalah bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika kadar kolesterol terkontrol, maka risiko penumpukan plak lemak di pembuluh darah arteri (aterosklerosis) akan berkurang, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
2. Menjaga Kesehatan Jantung
Donor darah secara rutin dapat membuat jantung berdetak lebih stabil dan teratur. Apabila sirkulasi darah lancar, maka organ tubuh juga akan berfungsi dengan baik. Di samping itu, rutin mendonorkan darah juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kanker. Bahkan, kadar zat besi dalam darah bisa lebih stabil dengan rutin mendonorkan darah.
3. Meningkatkan Produksi Eritrosit Baru
Manfaat berikutnya dari donor darah adalah meningkatkan produksi eritrosit (sel darah merah) baru. Sel darah merah baru dapat mengangkut oksigen dengan lebih efektif ke seluruh organ tubuh, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.
Manfaat ini bisa diperoleh karena selama menjalani donor darah, sel darah merah dalam tubuh akan berkurang. Lalu, untuk mengganti sel darah merah yang hilang tersebut, sumsum tulang akan memproduksi eritrosit dan hemoglobin baru yang lebih sehat.
4. Deteksi Dini Penyakit
Sebelum melakukan donor darah, setiap pendonor dapat menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai upaya untuk mendeteksi beberapa penyakit menular serius, seperti malaria, sifilis, hepatitis B dan C, hingga HIV.
Tujuan pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah adalah untuk memastikan bahwa pendonor dalam kondisi sehat. Namun, jika selama pemeriksaan ditemukan adanya penyakit, maka deteksi dini ini akan membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.
5. Membantu Menjaga Kesehatan Mental
Tidak hanya memelihara kesehatan tubuh secara fisik, rutin melakukan donor darah juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Pasalnya, pendonor akan merasa termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat sekaligus membantu orang lain, mengingat bahwa setiap tetesan darah sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Sering melakukan kegiatan atau hal yang positif juga bisa membuat kondisi mental menjadi lebih sehat.
Persiapan sebelum Donor Darah
Sebelum donor darah, pendonor disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan mencukupi asupan nutrisi, seperti protein, zat besi, dan vitamin C. Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih.
Adapun pantangan sebelum donor darah adalah melakukan aktivitas fisik atau olahraga berat dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan tersebut perlu dihindari setidaknya satu hari sebelum menjalani donor darah.
Prosedur Donor Darah
Setelah pemeriksaan fisik dan pendonor dinyatakan memenuhi syarat, maka
petugas medis akan memasukkan jarum steril ke pembuluh darah vena di lengan pendonor untuk mengambil darah.
Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 5–10 menit dengan jumlah darah bervariasi, ada yang sebanyak 350 cc, 450 cc, atau 500 cc. Pendonor tidak perlu khawatir akan kekurangan darah, karena tubuh akan secara alami memproduksi darah baru untuk menggantinya.
Lihat Agenda Lainnya